THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES
Kami mengucapkan selamat kepada pak Jusuf Kalla yang telah terpilih menjadi ketua PMI periode 2009-2014, dalam MUNAS ( Musyawarah Nasional ) ke-19.
Tampilkan postingan dengan label Dapur Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapur Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2009

DAPUR UMUM (DU) PMI

Pengertian Dapur Umum PMI

Adalah Dapur Umum Lapangan yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia untuk menyediakan / menyiapkan makanan dan dapat didistribusikan / dibagikan kepada korban bencana dalam waktu cepat dan tepat.

Penyelenggaraan Dapur Umum

Penyelenggaraan Dapur Umum dilakukan apabila tidak memungkinkan diberikan bantuan mentah untuk korban bencana. Penyelenggaraan dapur umum menjadi tanggung jawab Pengurus Cabang yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh regu yang ditugaskan oleh PC. Regu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban yang harus dilayani. 1 regu dapat yang menangani satu unit Dapur Umum dengan kapasitas maksimal sampai 500 orang, sekurang kurangnya terdiri dari :

1. Seorang Ketua Regu

2. Seorang Wakil Ketua Regu

3. Seorang penanggung jawab Tata Usaha

4. Seorang Penanggung Jawab Perlengkapan dan Peralatan

5. Seorang Penanggung Jawab Memasak

6. Seorang Penanggung jawab distribusi

7. Beberapa orang tenaga yang membantu terdiri dari unsur masyarakat didaerah bencana dan sekitarnya.

Tenaga

Dapur umum yang diselenggaakan PMI tenaganya adalah :

1. Anggota KSR dilatih secara khusus tentang Dapur Umum sebagai tenaga inti, dibantu oleh anggota TSR / PMR dan masyarakat lainnya yang secara phisik dan mental memenuhi syarat serta bersedia membantu dengan sukarela.

2. Bekerja sama dengan berbagai kelompok organisasi/sosial kemasyarkatan lainnya atau dengan keluarga dilokasi bencana.

Lokasi

Dalam menentukan lokasi Dapur Umum agar memperhatikan hal sebagai berikut :

1. Letak dapur umum dekat dengan posko atau penampungan supaya mudah dicapai atau dikunjungi oleh korban.

2. Higienis lingkungan cukup memadai.

3. Aman dari bencana.

4. Dekat dengan transportasi umum.

5. Dekat dengan sumber air.

Pendistribusian

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendistribusian makanan DU kepada korban bencana antara lain :

1. Distribusi dilakukan dengan menggunakan kartu distribusi.

2. Lokasi atau tempat pendistribusian yang aman dan mudah di capai oleh korban.

3. Waktu pendistribusian yang konsisten dan tepat waktu, misalnya dilakukan 2 kali sehari, makan pagi/siang dilaksanakan jam 10.00-12.00 Wib, makan sore/malam jam 16.00-1700 WIB.

4. Pengambilan jatah seyogyanya diambil oleh Kepala Keluarga atau perwakilan sesuai dengan kartu distribusi yang sah.

5. Pembagian makanan bisa menggunakan daun, piring, kertas atau sesuai dengan pertimbangan aman, cepat, praktis dan sehat.

Contoh Kartu Distribusi

Kartu Distribusi

Nomor Dapur : ................................................

Nomor Kode DU : .............................................

Nama Kepala Keluarga : .......................................

Jumlah Jiwa : ..................................................

Alamat/Lokasi/Pos : ...........................................



Lama Penyelenggaraan

1. Penyelenggaraan Dapur Umum PMI dilaksanakan pada situasi jika tidak memungkinkan diberikan bantuan bahan mentah.

2. Sampai dengan hari ke 3 adalah untuk memberikan bantuan makanan kepada seluruh korban bencana yang dilaporkan.

3. Untuk hari ke 4 s/d ke 7 pembrian bantuan makanan sudah dapat dimulai dengan selektif., bantuan makananhanya diberikan kepada korban yang benar-benar membutuhkan.

4. Apabila setelah 7 hari ternyata korban bencana belum dapat menjalankan fungsi sosialnya seperti semula dan masih memerlukan bantuan , pemberian bantuan berikutnya diusahakan dalam bentuk bahan mentah yang sesuai dengan prinsip bantuan PMI.

5. Bantuan dari PMI diberikan dalam bentuk tahap darurat paling lama berlangsung selama 14 hari, jika situasi dan kondisi masih dalam keadaan darurat dan disertai dukungan sarana dana yang memadai, atas permintaan dan sesuai kemampuan PMI, pemberian bantuan dapat melampaui masa 14 hari tersebut

Jenis Peralatan & Perlengkapan

Untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan DU PMI yang dapat melayani korban dalam waktu cepat, dibutuhkankan peralatan/perlengkapan yang cukup dan lengkap (penjelasan lengkap jenis dan peralatan dan perlengkapan DU, dapat dilihat pada manual book Penyelenggaraan Dapur Umum terbitan Markas Besar PMI Tahun 1998).

Menu

Pengaturan menu disusun dengan memperhatikan :

1. Memenuhi 4 sehat

a. Makanan Pokok

b. Lauk pauk

c. Sayur mayur

d. Buah-buahan

2. Biaya relatif murah, layak dan terjangkau

3. Dapat diterima baik orang dewasa maupun anak-anak

4. Disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat

TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

Upaya pengobatan tradisional dengan obat-obat tradisional merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dan sekaligus merupakan teknologi tepat guna yang potensial untuk menunjang pembangunan kesehatan.

Pengertian TOGA

Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Taman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Pemanfaatan Tanaman Obat

Berbicara tentang pemanfaatan tanaman obat atau bahan obat alam pada umumnya sebenarnya bukanlah merupakan hal yang baru. Sejak terciptanya manusia di permukaan bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya mulai dari baru itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya untuk memenuhi keperluan dalam kehidupannya, termasuk keperluan akan obat-obatan dalam angka mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa obat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat.

Jenis-jenis Tanaman Untuk TOGA

Jenis tanaman yang harus dibudidayakan untuk tanaman obat keluarga adalah jenis-jenis tanaman yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat.

b. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman.

c. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.

d. Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-buahan dan bumbu masak.

e. Jenis tanaman yang hampir punah.

f. Jenis tanaman yang masih liar Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman adalah tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh di daerah pemukiman.

Adapun pemanfaatan TOGA yang digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga menurut gejala umum adalah :

1. Demam panas

2. Batuk

3. Sakit perut

4. Gatal-gatal

Berbagai macam ramuan yang dapat digunakan untuk penyembuhan berbagai penyakit menurut Depkes (1992) adalah sebagai berikut :

Add. 1. Demam Panas

Ramuan demam panas biasa :

1. bahan

a. Jeruk nipis 1 buah

b. Bawang merah 3 biji

c. Minyak kelapa 1 sendok makan

d. Garam (sedikit)

2. Cara pembuatannya

a. Peras jeruk nipis, ambil airnya

b. Parut bawang merah, terlebih dahulu dilapisi dengan daun pisang

c. Campurkan jeruk nipis dan bawang merah tersebut tambahkan garam dengan minyak.

3. Cara pemakaian : Dikompreskan pada ubun-ubun

Demam panas karena malaria :

1. Ciri – ciri penyakit

a. Panas menggigil

b. Keringat dingin

c. Nyeri otot

d. Pucat, lesu

e. Sakit kepala

2. Bahan yang diperlukan

a. Jeruk nipis 1 buah dibelah

b. Daun pepaya ½ pelepah

c. Kencur 1 jari dipukul/dimemarkan

d. Air 3 gelas

3. Cara pembuatan : Semua bahan direbus, kalau perlu di tambah dengan gula merah secukupnya sampai airnya tinggal 1 ½ gelas.

4. Cara pemakaian : Minimal diminum 3 x sehari ½ gelas. Diulang lagi setiap hari sampai 1 minggu.

Demam Panas Karena Campak (Gabagen) :

1. Ciri-ciri penyakit

a. Panas tinggi

b. Anak rewel, lemah

c. Batuk-batuk

d. Mata merah

e. Bintik-bintik merah coklat di kulit

2. Bahan yang diperlukan

a. Daun sambiroto 4 lembar

b. Pule 1 ibu jari

c. Air 1 gelas

3. Cara pembuatan : Daun sambiroto, pule dibersihkan, kemudian didihkan sampai menjadi ½ gelas.

4. Cara pemakaian : Diminum 2 x sehari ½ gelas pagi dan sore, ulangi tiap hari sampai panasnya mereda.

Add. 2. Batuk

Ramuan Batuk biasa

1. Bahan

a. Kencur 3 jari

b. Garam sedikit

2. Cara pembuatan

a. Kupas kencur dan parut

b. Tambahkan air ¾ cangkir

c. Peras dengan kain bersih dan Baring.

3. Cara pemakaian : Diminum 2 x sehari 1 ramuan untuk anak-anak dan dewasa.

Batuk Pilek

1. Ciri-ciri penyakit

a. Pilek , keluar lendir/cairan ingus dari hidung.

b. Kadang-kadang disertai panas.

c. Sakit kepala

d. Hidung tersumbat

e. Nyeri otot

2. Bahan yang dipergunakan

a. Air teh kental ¾ gelas

b. Air jeruk nipis 3 sendok makan

c. Gula batu sebesar telur ayam

3. Cara pembuatan : Campur semua bahan, diaduk sampai larut.

4. Cara pemberian :

a. Orang dewasa minum 3 kali sehari 1 ramuan

b. Anak-anak 3 kali sehari ½ cangkir.

* Anak Balita jangan diberi ramuan ini.

Batuk Asma

1. Ciri-ciri penyakit

a. Napas berbunyi (ngik – ngik)

b. Berkeringat

c. Sesak napas

2. Bahan

a. Daun randu (daun kapuk) 7 helai

b. Pegagan 1 genggam

c. Gula batu secukupnya.

d. Air matang 1 cangkir.

3. Cara pembuatan

a. Cuci daun randu dan pegagan

b. Tumbuk dengan sediki t air, setelah halus tambah air matang dan saring

c. Beningnya ditambah dengan gula batu dan aduk hingga larut.

4. Cara pemakaian

a. Diminum 1 x sehari 1 ramuan, pagi hari sebelum makan

b. Diulang tiap hari sampai sembuh

c. Untuk pemeliharaan cukup 1 minggu sekali satu ramuan

Add. 3 Sakit perut

Ramuan sakit perut biasa :

1. Bahan yang diperlukan

a. Gula pasir 3/4 sendok makan

b. Minyak kayu putih 3 tetes

2. Cara pembuatan : Gula pasir ditetesi dengan minyak kayu putih dicampur

3. Cara pemakaiannya : Campuran ini dimakan, disertai minum teh

Ramuan sakit perut disertai mencret

1. Ciri-ciri penyakit

a. Berak encer lebih 3 kali sehari

b. Sakit perut saat berak

c. Kadang rasa mual dan kembung.

2. Bahan yang diperlukan

a. Daun jambu biji muda satu genggam.

b. Adas 5 butir (1/3 sendok teh).

c. Pulo sari 2 jari tangan

d. Air 2 cangkir

3. Cara membuatnya : Bahan setelah dicuci dipotong kecil-kecil kemudian didihkan sampai diperoleh 1 cangkir

4. Cara pemakaian : Diminum 2 x sehari ½ cangkir.

Muntah mencret

Berikan ramuan mencret di tambah dengan ramuan muntah yaitu :

1. Bahan

a. Parutan pala 1 sendok teh

b. Garam sedikit

2. Cara pembuatan : Kedua bahan dicampur.

3. Cara pemakaian : Makanlah ramuan tersebut.

Sakit maag (sakit ulu hati)

1. Ciri-ciri penyakit

a. Sakit terasa perih terutama daerah ulu hati.

b. Mual

c. Kadang-kadang disertai keringat dingin dan pusing

d. Perut kembung.

2. Bahan yang dipergunakan

a. Kunyit yang tua 2 jari tangan

b. Air matang ½ cangkir

3. Cara pembuatan

a. Kupas kunyit dan bersihkan

b. Parut kunyit tambah air matang

c. Peras dengan kain bersih

d. Ambil beningnya

4. Cara pemakaiannya : Minum 2 x sehari satu ramuan, pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur.

Add. 4. Gatal

Ramuan gatal-gatal biasa

1. Bahan yang diperlukan

a. Batang Brotowali 2 sampai 3 jari

b. Air 6 gelas

2. Cara pembuatan : Campuran dididihkan selama ½ jam

3. Cara pemakaian : Air brotowali gunakan untuk mencuci kulit yang gatal

Ramuan gatal karena Panu

1. Ciri-ciri penyakit

a. Bercak putih halus, berbatas tegas

b. Rasa gatal pada waktu berkeringat.

2. Bahan yang diperlukan

a. Lengkuas 1 jari

b. Cuka 1 sendok makan

3. Cara pembuatan

a. Lengkuas dipotong miring

b. Bagian ujungnya dipukul-pukul hingga berserabut seperti kuas.

4. Cara pemakaian : Kuas lengkuas yang sudah direndam dalam cuka digosokkan pada kulit yang sakit 2 x sehari.

Ramuan Gatal karena kurap

1. Ciri-ciri penyakit

a. Bercak-bercak bundar di kulit selebar beberapa cm dengan tepi berbatas jelas kemerahan.

b. Bersisik biasanya dibadan, tangan, kaki, lipatan paha, sela jari dan kepala.

2. Bahan yang diperlukan

a. Daun landep 1 genggam.

b. Jeruk nipis 1 buah.

3. Cara pembuatan

a. Daun landep dilumatkan

b. Jeruk nipis dipotong dan diperas

c. Campurkan pada daun landep yang telah dilumat.

4. Cara pemakaiannya : Dioleskan pada kulit yang sakit.

Ramuan Gatal Karena Kudis

1. Ciri-ciri penyakit

a. Bintik-bintik bergerombol

b. Rasa amat gatal terutama diantara jari-jari tangan dan kaki.

c. Pergelangan sebelah dalam dan pantat.

2. Bahan yang diperlukan

a. Daun sambiloto segar 1 genggam

b. Belerang sedikit

3. Cara pembuatannya : Bahan ditumbuk bersama-sama sampai halus dan rata.

4. Cara pemakaian : Dilumurkan pada kulit yang sakit.